Biaya ke psikolog jogja – Mahal kah?

Biaya ke psikolog jogja – biaya yang wajib dikeluarkan seseorang klien dalam membayar jasa layanan psikolog. Psikolog merupakan seseorang yang pakar dalam bidang ilmu psikologi yang fokus pada benak serta sikap orang/ seorang.

Warga banyak yang masih ragu tentang layanan psikolog karena mereka tidak ketahui permasalahan biaya. Kesehatan mental sudah sepantasnya jadi suatu atensi yang sungguh- sungguh. Perihal ini terkadang diakibatkan sebab beban hidup yang mengenai secara bertubi- tubi yang telah tidak mampu dipikulnya. Bukan cuma bagaikan profesi ataupun jasa, psikolog memiliki kedudukan vital dalam menolong menolong orang- orang yang membutuhkan dorongan, spesialnya di bidang kesehatan mental.

Banyak sebabnya kenapa seorang butuh konsultasi ke psikolog misal trauma, tekanan pikiran, takut, tekanan mental, fobia, permasalahan ikatan, permasalahan keluarga, adiksi, kerutinan kurang baik, kelainan jiwa, sampai buat tingkatkan performa tiap hari ataupun ketenangan jiwa.

Biaya jasa layanan psikolog dapat dipergunakan oleh siapapun, baik orang tua, pendamping muda yang baru menikah, kanak- kanak, bayi, anak muda, lanjut usia, serta sebagainya. Penyedia jasa layanan lumayan banyak, mulai dari puskesmas, rumah sakit besar, sampai biro/ lembaga psikologi yang berdiri sendiri. Menimpa besaran biaya pula berbeda- beda.

Biaya Layanan Psikolog di Puskesmas

Biro psikologi maupun di rumah sakit besar bukan satu-satunya tempat untuk akses layanan psikologi. Pada dinas sosial DIY sudah mulai membuka akses biaya layanan/ konsultasi psikolog buat warga semenjak tahun 2010. Layanan Psikologi ini lewat puskesmas- puskesmas yang tersebar di bermacam wilayah di DIY.

Warga telah tidak butuh bimbang soal biaya yang wajib dikeluarkan dalam mengakses layanan psikologi. Bila warga memiliki KTP asli Jogja, hingga warga tersebut tidak hendak ditarik biaya sepeserpun/ free dalam

Baca Juga  Tau kah Anda: Konsultasi Psikologi Samarinda?

memperoleh layanan konsultasi psikologi di puskesmas. Namun buat warga yang mempunyai KTP luar Jogjakarta dikenakan biaya retribusi mulai dari 7 ribu rupiah sampai 14 ribu rupiah, itupun bergantung sarana puskesmas yang bersangkutan.

Rujukan ke Rumah Sakit

Tidak hanya puskesmas, warga pula bisa memilah buat memakai jasa layanan psikologi yang terdapat di rumah sakit. Pada biasanya layanan psikologi di rumah sakit memiliki sarana serta perlengkapan uji yang lebih lengkap dibandingkan di puskesmas. Penindakan kesehatan jiwa yang terdapat di rumah sakit dilengkapi juga dorongan obat- obatan dari psikiater bila diperlukan. Rumah sakit jadi sarana kesehatan buat rujukan sehabis puskesmas sebab lengkap fasilitasnya.

Lengkapnya sarana serta perlengkapan uji psikologi dibanding dengan puskesmas hingga buat permasalahan biaya layanan psikolog berbeda- beda. Contoh: RSA UGM memasang harga sebesar Rp. 1. 800. 000 guna layanan pengecekan kendala berkembang kembang anak. Tidak hanya itu, Rumah sakit JIH memasang biaya sebesar Rp. 1. 700. 000 buat layanan pengecekan berkembang kembang anak yang didukung oleh tenaga pakar ialah dokter spesialis anak, psikolog, dan psikiater.

Biaya Layanan Biro Psikolog

Berbeda dari puskesmas serta rumah sakit yang memiliki alur rujukan serta koordinasi terstruktur dalam penindakan penderita/ klien hingga biro psikologi lahir bagaikan suatu lembaga independen yang menawarkan layanan psikologi pula.

Hasil informasi didapat dari bermacam sumber di internet, rata- rata biaya buat layanan psikolog di biro psikologi umumnya berkisar dari Rp. 300. 000 sampai Rp. 500. 000.

Contoh: Unit Konsultasi Psikologi( UKP) di Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada memasang biaya layanan psikolog sebesar Rp. 300. 000, konsultasi individu, Rp. 300. 000, konseling rumah tangga serta anak Rp. 350. 000 sepanjang 1, 5 jam.

Baca Juga  Tips Lolos Rekrutmen Karyawan / Pegawai

About the author

Berawal dari seringnya berselancar di internet, menjadikan hobi untuk menjadi seorang desain web dan digital marketing di dunia maya. Terkadang hobi muncul disaat keisengan yang terlalu sering dilakukan.